Hubungan Antara Sholat dan Yoga, Inilah Manfaat gerakan di Dalam sholat

Hubungan antara Sholat dan Yoga. Sebagai seorang praktisi Yoga, saya pun menyadari, dengan kebugaran tubuh fisik dengan melakukan aktifitas yoga, saya dapat melaksanakan ibadah sholat saya dengan lancar dan khusyuk. sering terlintas dalam benak saya, bahwa sangat luar biasa Allah menunjukkan cara gerakan-gerakan dalam sholat yang ternyata mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan kita. Gerakan dalam sholat, ada beberapa yang saya sadari , mirip dengan gerakan-gerakan dalam yoga, dan itu mempunyai manfaat untuk tubuh fisik.

Banyak orang yang menanyakan arti hakiki mengapa shalat itu harus berupa ritual yang dipenuhi gerakan? Pertanyaan yang sulit dicarikan jawabannya sebelum saya mengenal yoga. Kalau hanya berkilah bahwa gerakan shalat dimaksudkan untuk memelihara kebugaran fisik, rasanya agak sulit. Tidak sedikit orang yang melakukan shalat secara rajin tapi fisiknya tidak bugar, mereka ‘tetap’ mengidap berbagai penyakit yang identik dengan orang ‘kurang bergerak’ seperti : jantung, darah tinggi, gula, obesitas (kegemukan) dan lain sebagainya. Apakah itu berarti shalat telah gagal memenuhi tugasnya? Tentu tidak! Semestinya ada tujuan lain yang lebih signifikan dari gerakan shalat ketimbang sekedar dianggap sebagai sebuah olah fisik.

source photo : google

Setelah mengenal yoga, baru tersadari ada ‘hubungan’ erat antara sebuah gerakan yang dilakukan dengan intensitas tinggi dan peningkatan kualitas spiritual seseorang. Gerakan yoga yang baik menuntut saya untuk selalu mengerahkan konsentrasi dan fokus sebaik mungkin. Dari yoga kita mengetahui bahwa sisi spiritual hadir saat tubuh seorang manusia dapat terpadu dengan sempurna dengan pikirannya. Identik dengan shalat bukan?

Semakin jauh belajar mengenai yoga, dapat diketahui bahwa konsep gerakan yoga asana sangat sesuai dengan anatomi alamiah tubuh. Bahkan dalam melakukan postur yoga secara benar, ternyata memiliki efek samping yang berguna untuk memperbaiki berbagai macam masalah kesehatan.

Sekali lagi, Maha Besar Tuhan. Di samping ekstrim dalam melakukan pose klasik, dalam penelitian ilmiah. B.K.S. Iyengar, sang dedengkot tradisi ini, menulis sebuah buku panduan yoga berjudul The Light On Yoga, sebuah buku yang informatif dalam memberikan keterangan tentang apa itu yoga dan apa kegunaannya bagi kehidupan manusia. Ia juga membantu menerjemahkan buku orisinil tentang yoga bernama Yoga Sutra -yang konon telah berusia ribuan tahun- dan di sana saya menemukan satu kalimat yang jujur cukup membuat saya terperangah “Sraddha virya smrti samadiprajna purvakah itaresam” Kalimat ini berarti kurang lebih “Latihan (gerak pembentuk postur) harus dilakukan dengan rasa percaya, keyakinan, segenap daya upaya, kemampuan adaptasi dan kesadaran penuh demi mencapai kondisi spiritual terbaik.”

meditasi

Kalimat ini menyadarkan saya bahwa level spiritual tertinggi hanya akan datang apabila kita mampu menstimulai fisik sedemikian rupa hingga berada pada kondisi paling prima. Senada dengan pomeo populer yang telah lebih dulu memasyarakat men sana in corpore sano, “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat’. Yoga juga bukan agama yang mengacu pada budaya atau nilai geografis tertentu, kalimat dalam yoga sutra ini juga bisa menjadi salah satu acuan : “Jati desa kala samaya anavacchinnah sarvabhaumah mahavratam” Secara harfiah berarti : “Para pelaku yoga seharusnya menyadari bahwa yoga datang dari sang Maha Pencipta yang berlaku universal tanpa terikat oleh tempat, waktu maupun tingkatan. Pelaksanaannya pun sepatutnya menyesuaikan kepada sistem sosial setempat.” (notes: yoga bukanlah sebuah agama)

Beranjak dari pembelajaran tadi saya baru mampu melihat alasan ‘sesungguhnya’ mengapa  shalat sebagai sebuah ritual doa harus memiliki pergerakan yang bersifat fisik. Dari sini juga  terlihat bahwa shalat adalah ‘sebuah konsep yang sempurna’ untuk memelihara kondisi  mental, fisikal serta spiritual seorang manusia.

Fisik yang prima adalah efek positif yang diinginkan oleh semua manusia. Shalat wajib yang  dilakukan selama 5 kali sehari sebenarnya bisa membawa kita kearah itu. Selama setiap gerakan shalat bisa dilakukan secara benar dan detil sesuai dengan tuntutan alamiah anatomi tubuh manusia. Sayangnya hanya sedikit studi ilmiah (dan objektif) yang pernah dilakukan seputar bagaimana cara melakukan shalat seperti itu. Terlalu sedikit, sehingga jarang ada pemeluk agama Islam yang mampu memanfaatkan kegunaan shalat secara fisik. Literatur atau diskusi yang ada kebanyakan membahas makna shalat dari sudut pandang spiritual semata.

Setelah beberapa tahun mendalaminya saya mendapati sebuah fakta yang cukup menarik, hampir semua detil gerakan sholat terwakili dalam berbagai pose latihan yoga. Menariknya lagi, intensitas yang dilakukan selama yoga mampu membuat pelakunya menjadi lebih bugar dan sehat secara fisik maupun spiritual dalam waktu lama. Mr. Iyengar telah berusia hingga 9 dekade, namun ia masih mampu melakukan banyak pose sulit secara prima, sarat konsentrasi serta ketahanan fisik yang mengagumkan. Sebuah bukti bahwa manfaat yoga , apabila dilakukan lewat cara yang baik serta benar tidak hanya menyehatkan namun juga mampu menghambat efek penuaan.

Di salah satu negara Asia Tenggara, seorang pelaku yoga dari tradisi lain, mengaku telah berusia di atas 100 tahun dan masih mampu mengajar kelas yoga dengan kombinasi kekuatan serta fleksibilitas tubuh di atas rata-rata. Bayangkan apabila pendekatan ini bisa diaplikasikan saat kita melakukan shalat. Betapa banyak manfaat positif yang bisa diambil! Shalat benar-benar bisa melaksanakan salah satu ‘tugas aslinya’ sebagai sebuah jalan untuk menyehatkan manusia secara lengkap. Fisik, mental dan spiritual! Shalat juga bukan lagi menjadi sebuah masalah bagi orang berusia lanjut untuk dapat melakukannya secara baik dan benar.

Karena faktor pendukungnya kini bisa dipelajari secara sistematis sejak usia muda. Semua bergantung kepada seberapa besar keterbukaan kita dalam mempelajari berbagai hal (dalam kasus ini yoga) sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas shalat.

Salat dan berdoa, memang harus dilakukan secara ikhlas dan penuh konsentrasi (khusyuk), baik itu secara fisik dan rohani (ruh). Ada banyak diskusi tentang makna rohani dari salat, akan tetapi ‘signifikansi’ (atau manfaat) fisik, sering terabaikan.

Ketika bersujud posisi tersebut hampir sama dengan olahraga terapi dalam yoga. Mencoba menggambar paralel antara posisi salat dengan yoga. Dan, hasilnya cukup membuat Anda menyadari ,beberapa gerakan yoga sama seperti gerakan sholat.

Gerakan Sholat dan Yoga

Di sini Anda akan menemukan posisi sholat dan yoga paling mirip dan manfaat kesehatannya. Selama qiyamul lail dengan “namaste”, ada keserasian antara kedua kaki.

Ini akan memudahkan sistem saraf dan keseimbangan tubuh manusia. Tubuh dibebankan (bertumpu) dengan energi positif. Posisi ini meluruskan kembali dan memperbaiki postur tubuh manusia.

Dalam posisi ini, bila sebuah ayat Al Quran dibacakan, “Dan membimbing kita ke jalan yang lurus”. Beberapa telah menafsirkan ini berarti penyelarasan cakra (aura postif) yang masuk.

Sambil membaca ayat suci Al Quran lainnya, getaran suara vokal panjang dapat merangsang jantung, tiroid, kelenjar ‘pineal’, kelenjar di bawah otak, kelenjar adrenalin, dan paru-paru, untuk memurnikan dan mengangkat itu semua.

Ruku dengan “Ardha Uttanasana” sepenuhnya meregangkan otot-otot punggung bawah, tubuh depan, paha, dan betis. Darah dipompa ke tubuh bagian atas. Posisi ini searah dengan otot-otot perut, perut, dan ginjal.

Duduk tahiyat dengan “Vajrasana” membantu detoksifikasi hati dan merangsang tindakan peristaltik dari usus besar. Posisi ini membantu pencernaan dengan memaksa isi perut ke bawah. Ini membantu dalam menyembuhkan varises dan nyeri sendi, meningkatkan fleksibilitas serta memperkuat otot-otot panggul.

Sementara itu, sujud adalah posisi yang paling penting dalam salat. Posisi ini merangsang korteks frontal otak manusia. Darah mengalir dari jantung ke otak. Yang mana meningkatkan aliran darah ke daerah atas tubuh, terutama kepala dan paru-paru.

Sujud memungkinkan ‘racun mental’ untuk dibersihkan. Posisi ini memungkinkan otot perut untuk mengembang dan mencegah pertumbuhan ‘kelembekan’ di bagian tengah tubuh. Sujud juga ‘memelihara’ posisi yang tepat terhadap janin pada ibu hamil, menurunkan tekanan darah tinggi, meningkatkan elastisitas sendi dan meredakan stres, kecemasan, pusing sekaligus kelelahan.

Banyak orang melakukan yoga dengan petunjuk menenangkan untuk membantu mereka bermeditasi. Dengan suara lembut, pria atau wanita akan menggambarkan bagaimana bernapas, apa yang dibayangkan, dan apa yang mereka rasakan.

Zikir dari Al Quran berkhasiat sama sebagai pedoman untuk individu (manusia). Namun zikir tak hanya berfungsi untuk memandu Anda selama salat tetapi juga untuk membimbing hidup Anda.

Banyak yang menggambarkan meditasi sebagai sumber pencerahan, memperoleh kenikmatan hidup dan memudahkan kegiatan sehari-hari mereka. Sedangkan salat melayani seluruh tujuan ini secara tepat.

Bimbingan nilai-nilai inti dalam Islam, bahwa doa sangat dibutuhkan lima kali sehari. Hal ini sangat penting bahwa seluruh ajaran Islam, tasawuf, diciptakan untuk membuat meditasi fokus terhadap tujuan kehidupan manusia.

Tapi, ini hanya beberapa manfaat yang terkait dengan sholat. Manfaat membaca Quran, bersama dengan khasiat lain dari doa dari Al Quran, khasiat dari aspek psikologis, sosiologi, ilmu saraf dan masih banyak lagi.

Preferensi Sumber: Kompasiana – Erykar Lebang, Mvslim, BBC.co.uk, Daily Mail

Ya itulah hubungan antara sholat dan yoga, semoga bermanfaat ya? Share dan Bagikan yuk!

author
Penulis: 

    Tinggalkan pesan "Hubungan Antara Sholat dan Yoga, Inilah Manfaat gerakan di Dalam sholat"